Artikel Kegiatan

Bimbingan Ruh Dalam Kebaikan Dunia, Menjadi Bekal Melewati Kubur Menuju Akhirat

30-001

Kajian Selasa Subuh DKM Al-Mujahidin Bersama Ustadz Nailul Akmal

Tanimulya (30/09) – Suasana khusyuk terasa di Masjid Al-Mujahidin Tanimulya Indah pada subuh ini, saat puluhan jamaah bersemangat mengikuti kajian subuh yang membahas makna penting dari Kitab Ayyuhal Walad karya Abdul Hamid Al-Ghazali (Imam Al-Ghazali) tentang nasihat-nasihat beliau untuk anak muridnya. Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Nailul Akmal subuh itu berfokus pada esensi ilmu dan amal serta nasihat berharga bagi kaum muslim, terutama para penuntut ilmu. Dalam kajian subuh sebelumnya telah dipaparkan nasihat-nasihatnya mengenai; Amal, Ilmu & Ikhlas.

Pada subuh itu Ustadz Nailul Akmal mengawali tausiyahnya dengan mengutip pernyataan tegas Imam Al-Ghazali,

 أَيُّهَا الْوَلَدُ، اجْعَلِ الْهِمَّةَ فِى الرُّوْحِ وَالْهَزِيْمَةَ فِى النَّفْسِ وَالْمَوْتَ فِى الْبَدَنِ لِأَنَّ مَنْزِلَكَ الْقَبْرُ وَأَهْلُ الْمَقَابِرِ يَنْتَظِرُوْنَكَ فِيْ كُلِّ لَحْظَةٍ مَتٰى تَصِلُ إِلَيْهِمْ، إِيَّاكَ إِيَّاكَ أَنْ تَصِلَ إِلَيْهِمْ بِلَا زَادٍ


“ Wahai anakku, jadikanlah himmah (keinginan/cita-cita yg tinggi) di dalam masalah ruh (jiwa), kekalahan di dalam nafsu, dan kematian di dalam badanmu, karena sesungguhnya tempatmu adalah kubur dan para penghuni kuburan sedang menantimu di setiap saat kapan kamu akan sampai (menyusul) pada mereka. Takutlah kamu takutlah kamu, jika kamu sampai pada mereka tanpa bekal.”

Pertanyaan muncul dalam kajian tersebut, “Kenapa masalah ruh harus menjadi cit-cita/keinginan yg tinggi untuk kita?”, beliau menjawab, alasannya karena ;

  1. Ruh manusia adalah bagian dari Ruh Allah SWT yang ditiupkan pada Nabi Adam AS (bapak manusia),
  2. Ruh sebagai rasa dalam diri kita,
  3. Ruh juga berfungsi untuk mengikatkan diri dengan Allah SWT dan beribadah seperti seakan-akan melihat atau  dilihat Allah SWT (Ihsan),

Begitu paparan Ustadz Nailul Akmal dalam kajian subuhnya.

Diakhir kajiannya, Beliau menjelaskan bahwa tubuh manusia adalah seperti sangkar burung, sedangkan ruh (jiwa) adalah burung itu sendiri. Jiwa yang mulia akan terbang tinggi menuju kebaikan dan Allah SWT, sementara jiwa yang hanya terfokus pada duniawi akan menjadi seperti hewan ternak yang hina dan masuk neraka. Ruh adalah sumber kehidupan, namun ia adalah makhluk Allah yang memiliki alam sendiri dan akan terpisah dari jasad saat kematian untuk kembali kepada-Nya. Namun, jika jiwa selalu mengingat akhirat, melewati jembatan sirot, dan rindu berjumpa Allah, maka tubuh adalah sangkar burung yang memungkinkan jiwa terbang tinggi menuju Allah dengan ridha dan cinta-Nya. 

Sebagai tujuan hidupnya; Ruh harus selalu dibimbing untuk mencari kebaikan, kebenaran dan mendekatkan diri kepada Allah. Ruh juga bertujuan melawan hawa nafsu dengan mengendalikan nafsu dan amarah melalui kesadaran diri, tafakur, dzikir, puasa, dan mencari ilmu. Dan, Jiwa (ruh) yang mulia akan fokus pada keselamatan diakhirat, menuju surga, dan bertemu dengan Allah dan Rasul-Nya di yaumil akhir.

Semoga, point-point penting dalam kajian subuh dimesjid Al-Mujahidin yang rutin setiap hari diadakan oleh DKM Al-Mujahidin dari berbagai kajian ilmu agama dengan berbagai metode penyampaian dari masing-masing penceramahnya, menjadi penerang ilmu, penyejuk hati, penyegar suasana dan perantara untuk berfastabikul khoirot (berlomba2 dalam kebaikan) didunia, sebagai jalan menuju ridho Allah SWT diakhirat, Aamiiin YRA.(hero)