Artikel Kegiatan

Pengajian dan Silaturahim Pimpinan Cabang Muhammadiyah & Pimpinan Cabang Aisiyah Ngamprah di Pesantren Tanimulya Indah: Menguatkan Ukhuwah dan Sinergi Dakwah

PCMPCA01

Tanimulya, 23/11/25 — Pengajian dan Silaturahim pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisiyah (PCA) Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Ahad, 16 November lalu berlangsung khidmat di Pesantren Tanimulya Indah, Jl. Simbiosis 19 Tanimulya Indah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jalinan ukhuwah, kolaborasi, serta sinergi dakwah di lingkungan jam’iyyah.

Rombongan PCM dan PCA Ngamprah diterima perwakilan pesantren dan tuan rumah acara sekaligus Ketua Yayasan Bina Tanimulya Al-Mujahidin (YBTMA), H. Heris Hendriana, yang menyampaikan sambutan hangat serta apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pesantren Tanimulya Indah selalu terbuka untuk kegiatan keumatan yang memperkuat hubungan antarlembaga.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan silaturahim ini digagas sebagai:

  • Upaya mempererat hubungan kekeluargaan antara PCM, PCA dan Pesantren Tanimulya Indah.
  • Media berbagi informasi, pengalaman, dan wawasan keislaman.
  • Sarana memperkuat kolaborasi program dakwah dan pendidikan.

Acara diisi dengan tausiah dan penyampaian pesan-pesan penting dari beberapa tokoh dan narasumber yang hadir.

Pokok-Pokok Pesan Para Narasumber

Pada sambutan dan isian kajiannya, para narasumber memaparkan beberapa poin-poin penting sebagai berikut :

1. H. Heris Hendriana

(Tuan Rumah & Ketua YBTMA)

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan pesantren dan lembaga / organisasi keagamaan termasuk Muhammadiyah. Menurutnya, silaturahmi ini dapat memperkuat pembinaan generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan moral dan sosial di era modern. Ia juga menekankan nilai keikhlasan dalam mengabdi serta mengembangkan lembaga pendidikan Islam.

Beliau juga memperkenalkan YBTMA sebagai Yayasan sosial kemasayarakatan, pendidikan dan keagamaan yang ada di lingkungan Tanimulya Indah yang lahir dan berkembang dari gagasan para tokoh-tokoh, sesepuh dan penggiat lingkungan yang mempunyai tujuan maju kedepan di komplek Tanimulya Indah dari tahun 2015. Dalam perkembangannya YBTMA menjadi wadah yang bersinergi dengan organisasi, lembaga dan perkumpulan majelis-majelis keagamaan dilingkungan TMI. Pada kesempatan itu beliau menggaris bawahi bahwa berjalnnya kegiatan dan pendanaan operasional Yayasan berbasis program / by program ( berasal dari program-program yang dibuat dan dijalankan secara maksimal ) yang disusun secara berkala setiap satu tahun sekali dalam Rapat Kerja Tahunan diakhir tahun yang dihadiri semua pengurus yayasan dan semua pengurus dari 12 Divisi ( 4 divisi Pendidikan, 8 divisi Pemberdayaan) yang ada di YBTMA. Harapan beliau dengan sinerginya program, pengurus, dan lembaga masyarakat yang ada di lingkungan TMI membawa kebermanfa’atan lingkungan sekitar. Serta jauh kedepan bisa terciptanya masyarakat madani mandiri dan tauladan aktualisasi kepedulian sosial dengan berfastabiqul khairat didalam dan luar Komplek Tanimulya Indah.

2. H. Zaki Santoso

(Ketua PCM Ngamprah)

H. Zaki menyoroti pentingnya gerakan dakwah yang terorganisasi dan terstruktur sebagaimana ditekankan dalam Muhammadiyah. Ia mengajak seluruh elemen PCM dan PCA untuk terus memperluas jangkauan dakwah, menjaga semangat kebersamaan, serta memperkuat kerja-kerja sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Ngamprah. Dalam sambutannya beliau menginformasikan beberapa program terdekat PCM Ngamprah, diantaranya ; 1) IDIOPOLITOR (Ideologi Politik dan Organisasi) Pembekalan prinsip-prinsip organisasi Muhammadiyah (Sabtu-Ahad, 22-23 November di Sekolah Latesa – Cililin KBB), 2) Perkembangan LAZISMU (Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah), Setiap PCM membentuk Kantor Layanan LAZISMU dgn tujuan menjaring para pewakaf, infaq shodaqoh dilingkungan Kec. Ngamprah KBB, Cimahi dan sekitarnya. Sasarannya memberi kebermanfaatan bagi warga Muhammadiyah dan warga diuar Muhammadiyah dilingkungan Ngamprah KBB, Cimahi, Bandung dan sekitarnya yang membutuhkan.

Dengan acara seperti ini beliau berharap akan lebih banyak manfaat yang didapat nilai-nilai ukhuwah islamiyah, keilmuan, dakwah dan keorganisasian, terutama share informasi dan perkembangan Lembaga masyarakat seperti Yayasan, Pesantren dan Organisasi keagamaan lainnya.

3. Abuya Abu Hanifah

Tokoh yang satu ini memberikan tausiah penuh hikmah mengenai pentingnya menjaga niat lurus dalam beramal. Abuya Abu Hanifah menekankan pentingnya membangun karakter Islami dalam keluarga, masyarakat, dan lembaga. Ia juga mengingatkan agar setiap kegiatan yang dilakukan selalu dilandasi nilai ukhuwah, kebersamaan, dan kepedulian.

4. Ustadz Gun

Ustadz Gun mengajak jamaah memperkuat pemahaman agama, terutama bagi para pengurus dan kader. Ia menegaskan bahwa dakwah akan berjalan lebih efektif jika didukung internal yang solid, keluarga yang harmonis, serta mental spiritual yang kuat. Ia juga menambahkan pentingnya meningkatkan peran pemuda dalam kegiatan dakwah.

Beliau juga sharing tentang perkembangan dan langkah-langkah kebaikan satu Yayasan Muhammadiyah yaitu Yayasan Al-Fathu Jabal Arofah yang bergerak dibidang Pendidikan juga bidang sosial keagamaan. Beberapa langkah yang sudah berjalan selama beberapa tahun sejak berdiri tahun 2001, seperti rutin membantu berikan santunan fakir miskin di wilayah  Pakuhaji, Tanimulya, Tabuci, Bandung, Cimbuleuit, Suku Asmat & Garut, yang dananya berasal dari infaq shodaqoh jamaah, masyarakat, anggota pengurus, beberapa divisi dan Lembaga yang dinaunginya.

Dalam isi Kajiannya Beliau membahas isi kandungan Qur’an Surah Al-Qasas ayat 77 tentang perintah untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, yaitu carilah kebahagiaan akhirat dengan harta yang Allah berikan, namun jangan lupakan kenikmatan duniawi. Ayat ini juga menekankan pentingnya berbuat baik kepada sesama dan larangan untuk berbuat kerusakan di bumi, karena Allah tidak menyukai kerusakan tersebut. Kemudian Isi kandungan QS. Al-Hasyr ayat 18 tentang perintah untuk bertakwa kepada Allah dan melakukan introspeksi diri (muhasabah) terhadap segala amal perbuatan di dunia untuk bekal di hari akhirat. Ayat ini menekankan pentingnya mengevaluasi diri secara berkala untuk memperbaiki diri agar tidak merugi dan senantiasa menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Dilanjutkan mengupas Isi kandungan QS Luqman ayat 34 yaitu tentang lima hal gaib yang hanya diketahui oleh Allah SWT: pengetahuan tentang hari kiamat, turunnya hujan, apa yang ada di dalam rahim, apa yang akan terjadi pada diri seseorang di masa depan, dan di mana seseorang akan mati. Ayat ini menegaskan bahwa Allah memiliki ilmu yang sempurna dan mutlak, dan manusia tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal tersebut.

Penutup

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini diakhiri dengan doa bersama serta ramah tamah. Kegiatan tersebut diharapkan semakin meningkatkan harmonisasi antara PCM, PCA, dan lembaga pendidikan Pesantren Tanimulya Indah, sehingga program-program dakwah dan pembinaan umat dapat berjalan lebih optimal.

Silaturahim ini menjadi bukti bahwa kerja sama antarlembaga keislaman adalah kunci memperkuat fondasi umat dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Barokallahufiikum..