Majelis Qubro Pesantren Tanimulya Indah Ma’had Al-Istiqlal : Menguatkan Makna Aqiqah dalam Membangun Generasi Berakhlak
Tanimulya 061225 — Pesantren Tanimulya Indah Ma’had Al-Istiqlal kembali menyelenggarakan kegiatan Majelis Qubro, pada Ahad, 30 November 2025. Kegiatan bulanan ini diisi dengan dzikir, shalawat, manaqib serta ta’lim oleh para pengasuh pondok dan dihadiri jamaah beberapa majelis pengajian di Tanimulya dan sekitarnya. Hadir juga beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama dan pengurus Yayasan Bina Tanimulya Al Mujahidin (YBTMA), menambah lengkap dan hidmat acara tersebut.
Pada kesempatan itu acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Pesantren Tanimulya Indah (PTI) Ustadz Cahaya Dhaya Mulyono, dilanjutkan pembacaan Dzikir, Sholawat dan Manaqib yang dipandu oleh Pengasuh Ponpes Tanimulya Indah Ustadz Sandra Maulana penuh kekhusyuan dan kesahduan jamaah dalam sholawat dan do’a yang dipanjatkannya. Majelis Qubro Ahad itu mengangkat tema “Makna Aqiqah dalam Membangun Generasi Berakhlak.” yang dikaji dan dipaparkan dengan jelas oleh Pengasuh Ponpes Tanimulya Indah Ustadz Nailul Akmal yang menyampaikan pentingnya aqiqah bukan hanya sebagai ibadah penyembelihan, tetapi juga sebagai simbol komitmen orang tua dalam mencetak generasi yang sehat secara spiritual, moral, dan sosial.
Aqiqah sebagai Fondasi Pembentukan Akhlak
Dalam ceramahnya, Ustadz Nailul Akmal menjelaskan bahwa aqiqah memiliki makna yang lebih luas dari sekadar tradisi. Aqiqah merupakan bentuk syukur atas kelahiran seorang anak, sekaligus ikrar orang tua untuk bertanggung jawab dalam mendidiknya agar tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam Majelis Qubro ini meliputi:
- Aqiqah sebagai pendidikan dini: Orang tua diperintahkan untuk mendoakan, menamakan anak dengan nama baik, serta mencukupkan hak-hak spiritual sang anak sejak lahir.
- Penanaman nilai syukur dan kepedulian: Daging aqiqah yang dibagikan kepada tetangga dan kaum dhuafa mengajarkan semangat berbagi.
- Tanggung jawab moral jangka panjang: Aqiqah menjadi titik awal pembinaan akhlak, yang nantinya dilanjutkan melalui pendidikan di rumah, masyarakat, dan lembaga pendidikan seperti pesantren.
Selaras dengan Visi dan Misi YBTMA
Tema kajian kali ini sejalan dengan visi YBTMA yang berkomitmen melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya guna bagi masyarakat. Pemaknaan terhadap aqiqah sebagai pondasi pembentukan karakter anak merupakan refleksi dari misi pesantren dalam:
- Menanamkan nilai-nilai akhlak sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun kegiatan keagamaan rutin seperti Majelis Qubro.
- Membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan peduli, melalui kegiatan berbagi dan penguatan spiritual.
- Membentuk generasi Qur’ani, yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sosial.
Dengan demikian, Majelis Qubro bukan sekadar forum kajian, tetapi wahana strategis untuk menguatkan peran pesantren dalam membimbing umat menuju nilai-nilai moral yang kokoh.
Antusiasme Jamaah dan Keberkahan Majelis
Puluhan jamaah, khususnya ibu-ibu dan masyarakat sekitar pesantren, hadir mengikuti kegiatan ini dengan khidmat. Suasana penuh kekeluargaan tercipta ketika dzikir dan shalawat bergema di seluruh ruang majelis. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan ustadz, sembari merenungi kembali tanggung jawab besar dalam mendidik generasi muda.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah memberikan keberkahan kepada seluruh jamaah, keluarga mereka, serta anak-anak yang menjadi amanah dalam kehidupan ini. Dilanjutkan ramah tamah dan makan bersama para jamaah semua.
Penutup
Majelis Qubro bulan November 2025 ini menjadi pengingat bahwa pendidikan akhlak dimulai sejak langkah pertama kehidupan seorang anak. Melalui pemahaman yang benar tentang aqiqah, umat diharapkan mampu membangun generasi yang beradab, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat—sesuai dengan cita-cita besar Pesantren Tanimulya Indah Ma’had Al-Istiqlal. Barokallahufiikum..







